Sabtu, 11 November 2017

Selamat datang team Taksforce
(BADAN AKREDITASI NASIONAL PERGURUAN TINGGI) 
Bimbingan dan Konseling
Bapak Prof.Dr.Nasarudin Harahap, SU (UIN KALIJAGA) dan
Bapak Dr. Muhammad Nur Wangid  (UNY)





Kamis, 06 Juli 2017

Pohon Karier Dan Harapan

                 Pohon karir dan harapan


         Pohon Karier dan harapan adalah salah satu media yang digunakan oleh guru bk atau konselor sekolah untuk mengetahui cita-cita murid. agar guru bk dapat membantu siswa untuk meraih impian yang mereka inginkan, sedangkan pohon harapan merupakan pohon yang berisi harapan-harapan siswa tentang masa depan nya, contoh nya harapan untuk mendapatkan nilai ujian yang baik.

         tujuan pohon karier sendiri adalah sebagai informasi untuk guru bk agar lebih bisa memehami siswa untuk mencapai tujuan dalam karier nya. Dan bisa menjadikan motivasi bagi siswa dalam menggapai cita-cita nya. 

Kelebihan :
1. Bahan-bahan mudah didapat
2. Dapat menarik perhatian siswa
3. Dapat menumbuhkan kreativitas konselor.

Kekurangan :
1. Membutuhkan kreativitas untuk membuatnya, agar menarik perhatian siswa.

Papan Bimbingan


A.  Pengertian Papan Bimbingan
Papan bimbingan merupakan salah satu media yang efektif bagi perubahan perilaku siswa. Papan bimbingan adalah papan yang khusus digunakan untuk mempertunjukkan materi-materi bimbingan dan konseling yang berisi artikel, gambar, bagan poster, dan objek dalam bentuk tiga dimensi.
Layanan informasi merupakan salah satu jenis layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah yang memungkinkan peserta didik (konseli) menerima dan memahami berbagai informasi (seperti informasi pendidikan dan informasi jabatan) melalui kegiatan tatap muka di kelas secara klasikal. Layanan informasi bertujuan untuk membekali individu dengan berbagi pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai hal yang berguna untuk mengenal diri, merencanakan, dan mengembagkan pola kehidupan sebagai pelajar, anggota keluarga dan masyarakat. Pemahaman yang diperoleh melalui layanan informasi, digunakan sebagai bahan acuan dalam meningkatkan kegiatan dan prestasi belajar, mengembangkan cita-cita, menyelenggarakan kehidupan sehari-hari dalam mengambil sebuah keputusan.
Layanan informasi dalam bimbingan konseling amatlah penting untuk dilaksanakan guna membantu siswa agar dapat terhindar dari berbagai masalah yang dapat mengganggu pencapaian perkembangan siswa, baik yang berhubungan dengan diri pribadi, sosial, belajar ataupun kariernya. Seorang siswa dalam kehidupannya akan dihadapkan dengan sejumlah alternatif, baik yang berhubungan kehidupan pribadi, sosial, belajar maupun kariernya.  Melalui layanan informasi diharapkan para siswa dapat menerima dan memahami berbagai informasi, yang dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk kepentingan siswa itu sendiri. Untuk itulah, mereka seyogyanya dapat dibimbing guna memperoleh pemahaman yang memadai tentang berbagai kondisi dan karakteristik dirinya, baik tentang bakat, minat, cita-cita, berbagai kekuatan serta kelemahan yang ada dalam dirinya.
Materi informasi yang diberikan kepada siswa hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan siswa, sehingga benar-benar dapat dirasakan lebih bermanfaat dan memiliki makna. Pemilihan dan penentuan jenis materi informasi yang tidak didasarkan kepada kebutuhan dan masalah siswa akan cenderung tidak memiliki daya tarik, sehingga siswa akan menjadi kurang partisipatif dan kooperatif dalam mengikuti kegiatan layanan, dalam era informasi dewasa ini sesungguhnya kemudahan untuk memperoleh informasi sangat terbuka, baik melalui media cetak atau eleltronik. Terutama setelah adanya kemajuan yang menakjubkan dalam bidang teknologi komputer multi media, maka dengan mudah dan dalam waktu relatif singkat kita dapat mengakses ribuan bahkan jutaan jenis informasi melalui internet. Oleh karena itu sebagai seorang guru pembimbing dituntut untuk belajar menguasai teknologi internet, agar bisa menjelajah situs-situs yang menyediakan informasi yang berkaitan dengan informasi pribadi, sosial, belajar dan karier. Disamping konselor dituntut untuk banyak memahami berbagai informasi yang akan dibutuhkan siswa, juga seyogyanya dapat menguasai berbagai teknik penyampaiannya secara variatif dan menyenangkan. Oleh karena itu agar semua layanan informasi dapat tercakup diperlukan media yang dapat membantu dan meningkatkan kinerja konselor sekolah, yaitu dengan “media papan bimbingan”.
Menyelenggarakan bimbingan yang bersifat preventif salah satunya dapat ditempuh dengan mengadakan papan bimbingan, Bimo Walgito, (1969:38).  Papan bimbingan adalah media bimbingan yang memuat informasi-informasi siswa serta materi-materi yang mengandung unsur bimbingan yang menyangkut masalah pribadi, sosial, belajar maupun karier.
Dalam buku Bimbingan dan Konseling di Sekolah (2000:91) dinyatakan bahwa papan bimbingan adalah papan yang memuat hal-hal yang perlu diketahui oleh siswa, sehingga papan bimbingan tersebut memuat informasi-informasi siswa serta materi-materi yang mengandung unsur bimbingan. Selain itu, dapat juga di dalamnya sebagai tempat menempelkan pengumuman, karikatur, gambar-gambar dan sumber-sumber informasi yang berkaitan dengan bimbingan.
Mengenai beberapa hal tentang papan bimbingan, menurut Bimo Walgito (2004:183) menjelaskan bahwa penyelenggaraan Papan Bimbingan merupakan salah satu aspek kegiatan untuk merealisasikan bimbingan dan konseling di sekolah. Berdasarkan tujuan dari layanan informasi bahwa tujuan layanan informasi adalah membekali individu dengan berbagai pengetahuan dan pemamahaman tentang berbagai hal yang berguna untuk mengenal diri, merencanakan dan mengembangkan pola kehidupan sebagai pelajar, anggota keluarga dan masyarakat (Prayitno, 1997:76), maka dapat disimpulkan bahwa tujuan dari pembentukkan papan bimbingan adalah memberikan informasi yang jelas untuk membekali individu (siswa) dalam hidupnya.
Mendukung pernyataan di atas, Dewa Ketut Sukardi (2002:44) menjelaskan bahwa layanan informasi yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan peserta didik dan pihak-pihak lain yang dapat memberikan pengaruh yang besar kepada peserta didik. Dalam hal ini, tujuan dari layanan informasi ini selain peserta didik juga kepada orang tua agar menerima dan memahami informasi (seperti informasi pendidikan dan informasi jabatan) yang dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan sehari-hari sebagai pelajar, anggota keluarga, dan masyarakat.
Papan bimbingan adalah papan yang khusus digunakan untuk mempertunjukkan materi-materi bimbingan dan konseling yang berisi artikel, gambar, bagan poster, dan objek dalam bentuk tiga dimensi.
Papan bimbingan merupakan media bimbingan dan konseling yang sangat murah, mudah pengadaannya, sangat efektif dilihat banyak siswa, tidak memerlukan perawatan khusus, dan sangat familier bagi guru, konselor, maupun siswa. Papan bimbingan merupakan media untuk memberikan informasi, imbauan, tempat menuangkan kreativitas, gagasan dan ide bagi siswa dan semua warga sekolah selama hal tersebut demi pertumbuhan dan perkembangan siswa. Papan bimbingan ini seringkali menjadi tempat semua siswa mendapatkan dan bahkan mencari informasi berkaitan dengan informasi belajar, karir/peluang kerja, dan studi lanjut, bahkan pencerahan spiritual untuk meningkatkan kadar keimanan dan pendidikan moral/akhlak mulia siswa.
Dalam papan bimbingan tersebut ditempelkan berbagai informasi bimbingan dengan berbagai bentuk, seperti : artikel, poster, buletin, karikatur, gambar-gambar, tips-tips, tulisan-tulisan misalnya peringatan-peringatan, kata-kata mutiara, semboyan dan sebagainya. Di samping itu dapat pula berupa potongan-potongan majalah atau surat kabar serta brosur-brosur lainnya yang mempunyai atau mengandung unsur bimbingan. Adapun papan bimbingan tersebut hendaknya diletakkan/ditempel/digantung pada tempat yang mudah dijangkau oleh semua siswa, memiliki keleluasaan yang bisa memungkinkan siswa membaca dengan rileks serta pencahayaan yang cukup agar tidak mengganggu siswa pada saat membaca, sehingga siswa dapat dengan mudah mengakses dan memahami hal-hal yang perlu diketahui.
Mengingat begitu pentingnya papan bimbingan bagi siswa maka menuntut para guru pembimbing/konselor untuk senantiasa menyajikan informasi yang up to date, dipajang dengan menarik, menggunakan bahasa lugas tetapi mengenai sasaran. Guru pembimbing/konselor mempersilakan siswa untuk memberikan informasi seluas-luasnya selama itu berguna bagi perkembangan dan membuka wawasan siswa lainnya yang sebelumnya melalui bimbingan/seizing guru pembimbing/konselor. Jadi tidak selamanya guru pembimbing/konselor sekolah sibuk dan repot mencari data/informasi sendiri dan selanjutnya ditempel pada papan bimbingan, namun disadari bahwa siswa juga memiliki kemampuan luar biasa mencari informasi penting melalui internet yang dapat disebarluaskan kepada teman-temannya di sekolah melalui papan bimbingan.  Dengan demikian fungsi guru pembimbing/konselor ialah memotivasi siswa memanfaatkan semaksimal mungkin papan bimbingan baik untuk menerima informasi maupun memberikan sumbangan informasi pada bidang belajar, pribadi, sosial, karir, maupun kehidupan berkeagamaan/akhlak mulia.
Dari pemaparan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa papan bimbingan merupakan media informasi BK yang didalamnya terdapat informasi bimbingan yang dapat membantu siswa dalam belajar ataupun dalam membantu memecahkan masalah sehari-hari serta informasi sekolah yang harus diketahui siswa dan ditampilkan dalam bentuk yang menarik, sehingga siswa tertarik untuk membacanya. Papan Bimbingan ini bertujuan agar membekali siswa dengan berbagai pengetahuan dan pemamahaman tentang berbagai hal yang berguna untuk mengenal diri, merencanakan dan mengembangkan pola kehidupan sebagai pelajar, anggota keluarga dan masyarakat.
Selain itu, berdasarkan isi materi-materi yang disampaikan dalam papan bimbingan, maka papan bimbingan tidak disamakan dengan papan pengumuman ataupun majalah dinding. Hal ini dikarenakan, materi yang disampaikan dalam papan bimbingan dapat berisi tentang informasi yang dapat membantu siswa dalam hidupnya, seperti informasi kelanjutan studi atau informasi bimbingan belajar maupun bidang sosial.
B.  Manfaat Papan Bimbingan
Manfaat Media Papan Bimbingan. Secara umum media mempunyai kegunaan, diantaranya:
1.        Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis.
2.        Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga, dan daya indra.
3.        Menimbulkan gairah siswa, interaksi lebih langsung antara siswa dengan guru bimbingan dan konseling (guru BK).
4.        Proses layanan bimbingan dan konseling dapat lebih menarik.
5.        Kualitas layanan bimbingan dan konseling dapat ditingkatkan.
6.        Meningkatkan sikap positif peserta didik terhadap materi layanan bimbingan dan konseling.
7.        Dapat mengatasi berbagai keterbatasan pengalaman peserta didik.
8.        Dapat membangkitkan keinginan dan minat baru.
9.        Dapat membangkitkan motivasi dan merangsang peserta didik untuk belajar.
Jadi, sangat jelas bahwa media papan bimbingan sangat membantu dalam berlangsungnya pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling, media papan bimbingan memudahkan pemahaman bagi peserta didik dan dengan media papan bimbingan konselor atau guru pembimbing menjadi sangat terbantu. Salah satunya lebih efektif. Media bimbingan dan konseling dalam penggunaannya harus relevan dengan tujuan/kompetensi yang ingin dicapai dan isi layanan bimbingan dan konseling itu sendiri. Media juga untuk meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling, pada umumnya bimbingan dan konseling yang disampaikan dengan menggunakan media akan tahan lama dalam ingatan para peserta didik/mengendap.
C.  Kelebihan dan Kelemahan Media Papan Bimbingan
1.      Kelebihan
a.    Pembuatannya mudah dan biaya murah.
b.    Bisa menarik perhatian siswa.
2.      Kelemahan
a.    Membutuhkan ketrampilan dalam pembuatannnya
b.    Penyajian pesan hanya unsur visual saja (yang dapat dilihat).

Selasa, 30 Mei 2017

artikel penyelesaian konflik dalam keluarga


Penyelesaian konflik dalam keluarga
Erisa Sulastri
Manusia selalu dihadapkan pada berbagai permasalahan hidup[1], konflik merupaakn suatu permasalahan dalam hidup, dalam hubungan setiap individu akan selalu muncul yang namanya konflik tak terkecuali dalam hubungaan keluarga. Konflik seringkali dipandang sebagai perselisihan yang bersifat permusuhan dan membuat hubungan tidak berfungsi dengan baik[2]. Namun hidup manusia memang untuk diuji oleh allah[3], walaupun demikian berbagai kajian menunjukan bahwa konflik tidak selalu berakibat buruk. Selain dapat berakibat buruk, konflik juga dapat menimbulkan hal-hal yang positif[4].
Konflik mencerminkan adanya suatu ketidak cocokan (incompatibillity), baik ketidak cocokan karena berlawanan maupun karena perbedaan. Selain berpangkal pada ketimpangan alokasi sumber day ekonomi dan kekuasaan, konflkik juga bersumber pada perbedaan nilai dan identitas. Kesalahan persepsi dan kesalahan komunikasi turut berperan dalam proses evaluasi ketidak cocokan dalamhubungan. Oleh karena itu konflik berjalan ke arah positif atau negatiftergantung pada aa atau tidaknya suatu proses yang mengarah pada saling pengertia. Namun adakalanya suatukonflik terjadi sekedar hanya untuk menyalurkan naluri agresif, untuk berjuang atau melawan tanpa tau atas dasar apa. Yang demikian ini biasanya akan menyulitkan proses negosiasi.
Dalam hubungan interpersonal konflik terjadi karena adanya ketidakcocokan perilaku atau tujuan. Ketidak cocokan akan terungkap ketika seseorang secara terbuka menentang tindakan atau pernyataan orang lain. Thomas (11992) mendefinisikan bahwa konflik sebagai proses yang bermula ketikas salahsatu pihak mengalahkan atau berusaha mengalahkan kepentingannya.
Konflik dalamhubungan interprinadi ( misalnya, dengan teman, rekan kerja, tetangga, suami/istri dan orangtua/anak ) merupakan sesuatu yng tidak bisa dielakanbahkan semakin tinggi saling ketergantungan semakin menigkat pula kemungkinan terjadi konflik, jadi semakin dekat hubunannya semakin berpotensi untuk terjadi konflik (Dwyre, 2000).
            Keluarga merupakan salah satu tempat sosial yang hubungan antar keluarga terdapat saling ketergantungan yang tinggi. Oleh karena itu, konflik dalam keluarga merupakan suatu kepercayaan. Konflik dalam keluarga terjadi karena adanya prilakuoposisi atau ketidaksetujuananatar anggota kelurga. Prevalensi konflik dalam kluarga secara berturut-turut adalah konflik sibling. Konflik orangtua anak dan konflik antar pasangan (sillars dkk, 2004). Pada umumnya hubunga antar keluarga merupakan hubungan yang sangat dekat atau memiliki intensitas yang sangat tinggi. Keterkaitan antar pasangan , orangtua dengan anak atau sesama audara berada dalam tinggakt tinggi dalam hal kelekatan, afeksi, maupun komitmen. Ketika masalah muncul dalam sifat hubungan yang demikian, perasaan positif yang selama ini dibangun secara mendalam dapat berubah menjadisuatu perasaan negatif yang mendalam juga, pengkhianatan dalam hubungan kasih sayang, misalnya perselingkuhan atau perudungan seksual terhadap anak, dapat menimbulkan rasa benci yang sangat dalam seperti cinta yang tumbuh sebelum terjadinya suatu pengkhianatan. Pada dasarnya hubungan dalam keluarga merupakan hubungan yang kekal, orang tua akan tetap menjadi orang tua, de,mikian juga dengan saudara. Tiak ada istilah mantan orang tua ataumentan saudara. Oleh karena itu dampak yang dirasakan dari konflik keluarga sering kali bersifat jangka panjang. Bahkan jika penyelesaian masalah dengan cara dihentikan maka akan terjadi suatu perceraian.[5]
Konflik antara orangtua dengan anak sering terjdi dalam keluarga, anak sering menganggap bahwa orangtuanya terlalu mengekang dia dengan banyak peraturan, tetapi secara naluriah orang tua  akan menganggap anaknya sebagai bangian paling penting dalam hidupnya. Dalam posisi tersebut orang tua akan berusaha mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan anaknya. Seharusnya dalam hubungan orang tua dan anak tidak terjadi konflik karena orang tua akan selalu melakukan apa saja demi anaknya, tetapi karena banyaknya tuntutan dari orang tua terhadap sikap anaknya yang dapat menimbulkan konflik orang tua dengan anakya. Agar suatu konflik tidak  menjadi pandangan negatif harus ada rasa saling percaya dalam setiap anggota keluarga.
            Penyelesaian masalah menurut Olson dan olson (2000), penyelesaian konflik antar individu atau orang tua dengan anak menjadi lima macam, yaitu pemburu ( pursure, individu yang berusaha membangun ikatan kelurga yang lebih dekat), penghindar  (distancer individu yang cenderung mengambil jarak secara emosi), pecundang (underfunctioner, adalah individu yag gagal menunjukan kompetensi dan aspirasinya), penakluk ( oferfunctioner, adalah individu yang cenderung mengambil alih dan merasa lebih tadu yang terbaik dar oranglain), dan pengutuk ( balamer, adalah individu yang selalu menyalahkan oranglain atau keadaan).[6]
Sedangkan Kurdek mengajukan 4 macam gaya resolusi konflik, yaitu penyelesaian masalah secara positif, pertikaian, selalu membela diri, menyerang, dan lepas kontrol, penarikan diri, dan selalu mengalah. Namun sebaiknya ketika terjadi konflik dalam interaksi, maka sebaiknya harus mencari akar permasalahan tersebut dan berusaha untuk berbicara secara baik-baik untuk mencapai suatu perpecahan permasalahan yang tepat.[7]


[1] Erhamwilda. Konseling islam. (Yogyakarta: Graha ilmu, 2009) Hlm.47, cet. i
[2] Sri lestari. Psikologi keluarga.(yogyakarta:kencana, 2012) hlm. 99
[3] Erhamwilda. Op-cit, hlm 47
[4] Sri lestari. Op-cit, hlm. 100
[5] Ibid, hlm. 103
[6] Ibid, hlm. 115
[7] Ibid, hlm. 117